MABIT bertema “Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS dalam ketaatan kepada Allah SWT” SMP IT Luqman Al Hakim Slawi

Slawi, untuk kedua kalinya di semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 SMPIT Luqman Al Hakim melaksanakan kegiatan Mabit (Malam Bina Iman & Taqwa). Bertempat di lapangan dan aula sekolah. Tema yang diangkat adalah “Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS dalam ketaatan kepada Allah SWT”. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 13 April 2026, mulai pukul 16.00 WIB-06.00 WIB. Diikuti oleh siswa – siswi kelas 7 & 8 sebanyak 194 peserta, dengan pembicara Ali Irfan, S.Pd.I, M.Pd.

Kepala SMP IT Luqman Al Hakim, Anita Triyastuti, S.Si menyatakan Tujuan pengambilan tema tersebut adalah untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kesabaran, keikhlasan, dan kepatuhan total kepada perintah Allah SWT tanpa ragu, sebagaimana yang dicontohkan oleh keduanya dalam kisah kurban. Tema ini dipilih untuk memperkuat akidah dan mengajarkan kepada kita bahwa ketaatan sejati menuntut pengorbanan serta kepercayaan penuh akan hikmah di balik setiap ujian Allah.

Peserta didik mengikuti serangkaian acara dengan penuh antusias, mulai dari presentasi kedatangan, Tilawah & Al Matsurat, sholat Maghrib & Isya berjamaah, materi, qiyamullail berjamaah, sholat subuh berjamaah, kuliah subuh dan diakhiri dengan bersih kelas.

Isi materi yang disampaikan diantaranya tentang meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS dalam ketaatan kepada Allah SWT berarti mengutamakan perintah-Nya di atas segala kepentingan duniawi, termasuk kecintaan terhadap anak. Kisah pengorbanan mereka mengajarkan keikhlasan mutlak, kesabaran dalam ujian, serta kepatuhan total tanpa ragu, yang menjadi esensi dari ibadah.

Berkaca dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, ada hal-hal yang bisa dijadikan pedoman oleh umat Islam. Contohnya meneladani ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah Swt. Karena kecintaannya kepada Allah, Nabi Ibrahim bahkan rela mengurbankan putra tercintanya Nabi Ibrahim. Mengajarkan agar mengutamakan perintah Allah di atas kepentingan pribadi, cinta duniawi, atau logika semata, Menegaskan bahwa kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan upaya mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) dengan menundukkan ego dan nafsu. Mencontohkan hubungan orang tua-anak yang harmonis berbasis iman—Ibrahim yang komunikatif dan Ismail yang sangat berbakti (birrul walidain). Memperkuat keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dan ganjaran yang besar bagi hamba yang taat dan bertawakal. Secara keseluruhan, kisah Nabi Ibrahim dan Ismail sebagai pedoman untuk membentuk kepribadian muslim yang saleh, sabar, ikhlas, dan taat dalam situasi apa pun. Semoga di hari istimewa ini kita semua mendapat maaf dari orang tua kita. Sudah sepatutnya kita mengingat hadis Rasul tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua,” katanya.

Kabar Sekolah Lainnya