SMP IT Luqman Al Hakim Slawi gelar Seminar Motivasi dan Parenting Kelas 9

Slawi, SMP IT Luqman Al Hakim Slawi Yayasan Ulin Nuha Tegal menggelar kegiatan Seminar Motivasi dan Parenting, Sabtu 25 April 2026 bertempat di Gedung KPRI Bakti Husada Slawi. Kegiatan ini ramai dihadiri 206 peserta dari orang tua & siswa kelas 9. Dalam kegiatan ini mengusung tema “Orang Tua Sahabat Anak, Lejitkan Potensi, Membangun Mimpi, Raih Prestasi Gemilang”, tentunya tema ini sesuai dengan anak kita yang sedang berjuang untuk meraih cita-cita. Materi dikupas habis oleh Drs. Daryono Yusuf, M.Si. Beliau Master Trainer Sinergy Learning Center.  

SMP IT Luqman Al Hakim Slawi selalu memberikan wadah untuk orang tua dalam menambah wawasan tentang kegiatan pengasuhan terhadap anak. Kegiatan parenting untuk orang tua siswa dengan tujuan ada keselarasan dalam pengasuhan anak, sehingga apa yang dicita-citakan orang tua dan sekolah dalam pembentukan karakter menjadikan anak-anak yang sholeh dan sholehah dapat terwujud.” Disampaikan oleh Ibu Anita Triyastuti, S.Si. dalam sambutannya sebagai kepala sekolah SMP IT Luqman Al Hakim Slawi.

“ In Every child who is born, there is a new hope for humankind” (dalam diri setiap anak, terdapat harapan baru bagi masa depan  umat manusia). Drs. Daryono memaparkan teori Anak -anak belajar dari lingkungannya (oleh”Dorothy Law Nolte, Phd”). Ada  hal yang perlu diketahui yaitu 1). Jika anak tumbuh di lingkungan yang sering mengkritik, makai ia belajar untuk menyalahkan. 2). Jika anak tumbuh di lingkungan yang penuh kekerasan, maka ia belajar untuk berkelahi. 3). Jika anak tumbuh di lingkungan yang penuh kesedihan, maka ia akan belajar mengasihi diri. 4).  Jika anak tumbuh di lingkungan yang sering mempermalukan, maka ia belajar menjadi pemalu. 5). Jika anak tumbuh di lingkungan yang penuh kecemburuan, makai ia belajar untuk mendendam. 6).  Jika anak tumbuh di lingkungan yang menyalahkan, ia dihantui bersalah. 7). Jika anak tumbuh di lingkungan yang memberi semangat, makai ia belajar untuk percaya diri. 8). Jika anak tumbuh di lingkungan yang penuh toleransi, ia belajar untuk bersabar. 9).  Jika anak tumbuh di lingkungan yang memberi pujian, makai ia belajar untuk menghargai. 10). Jika anak tumbuh di lingkungan yang menerima apa adanya, ia belajar untuk mencintai. 11). Jika anak tumbuh di lingkungan yang memberikan dukungan, maka ia belajar untuk menyenangi dirinya. 12). Jika anak tumbuh di lingkungan yang penghargaan, makai ia belajar untuk memiliki tujuan dan cita-cita. 13). Jika anak tumbuh di lingkungan yang suka berbagi, maka ia belajar untuk bermurah hati dan suka memberi. 14). Jika anak tumbuh di lingkungan yang menjunjung tinggi kejujuran, maka ia belajar untuk mencintai kebenaran. 15). Jika anak tumbuh di lingkungan yang menghargai keadilan, makai ia belajar untuk bersikap adil. 16). Jika anak tumbuh di lingkungan yang baik hati dan penuh tenggang rasa, makai ia akan belajar menghormati. 17).  Jika anak tumbuh di lingkungan yang penuh rasa aman, ia akan belajar untuk memiliki keyakinan dan berbaik sangka. 18). Jika anak tumbuh di lingkungan yang bersahabat, ia belajar  untuk merasa bahwa dunia ini indah dan hidup ini begitu berharga.

Beliau juga memaparkan tentang beberapa prinsip penting dalam mendidik anak meliputi 1).          Mendengarkan lebih banyak, 2). Menasihati lebih sedikit, jika kita telah banyak memberikan contoh positif, kita hanya perlu sedikit menasihati., 3).  Jangan menasihati jika tidak diminta, fokuskan untuk mendengar dan berempati., 4). Jangan takut anak kita tidak mau mendengar nasihat kita, tapi takutlah bahwa anak kita selalu melihat perilaku kita., 5). Jangan mengulang-ulang otobiografi kita dengan tujuan agar mereka mengikuti kita., pisahkan antara anak dan perbuatannya, marahi perbuatannya sayangi anaknya., 6). Jangan pernah membanding-bandingkan anak dengan saudaranya, temannya, atau siapapun, karena ini mengancam harga diri anak, jika kita ingin memotivasi anak, bandingkan ia dengan prestasi dia sebelumnya., jalankan secara efektif dan konsisten 4 peran kepemimpinan dalam keluarga seperti yang diajarkan oleh “Stephen R. Covery” yaitu berikan teladan yang baik (modelling), jadilah sahabat yang baik (mentoring), ciptakan lingkungan yang baik (organizing), dan ajarkan prinsip hidup yang baik (teaching). Orang tua adalah keluarga inti dan yang paling dekat dengan anak. Orang tua harus berperan aktif dalam upaya melindungi sang anak. Teruslah menjadi sabahat baik untuk anak-anak kita. Untuk menjadikan anak-anak kita sukses dan menjadi anak yang sholeh sholehah. Aamiin Aamiin ya Robbal Alamin. Ungkap Ibu kepala sekolah dalam kegiatan tersebut

Kabar Sekolah Lainnya